Dewey Read More Books

SpencerPublicLibrary

Dewey Read More Books di kutip dari buku International Best Seller berjudul Dewey: The Small-Town Library Cat Who Touched the World, ditulis tahun 2008. Buku ini merupakan biografi Vicki Myron, Direktur Perpustakaan Umum Kota Spencer dan Dewey, si kucing Perpustakaan Umum Kota Spencer. Buku ini menceritakan dedikasi Vicki Myron  dan persahabatannya dengan Dewey serta inspirasi yang diberikan oleh Perpustakaan Umum Kota Spencer bersama Dewey tentang harapan hidup hari esok. Ditulis dengan sederhana, namun, percayalah akan menyentuh hati pembaca.

Kota Spencer adalah sebuah kota pertanian terpencil, walau bukan kota kecil, yang terletak di bagian barat laut Negara Bagian Iowa. Kisah Dewey dimulai dari cerita yang paling menyedihkan di suatu hari yang dingin, 18 Januari 1988, dimana suhu mencapai minus duapuluh enam derajat celcius pada malam hari sebelumnya, ketika pertama kali sang kucing ditemukan pada keesokan paginya. Umurnya baru delapan minggu saat itu. Seseorang membuangnya ke dalam boks besi pengembalian buku perpustakaan agar mati kedinginan. Boks pengembalian buku perpusatakaan memiliki memiliki pintu luar yang menempel di dinding sehingga siapa saja bisa memasukan buku-buku yang hendak dikembalikan atau memasukan apa saja ke dalam boks tersebut. Dalam cuaca sedingin itu, maka boks besi itu tak ubahnya seperti freezer yang bisa membekukan apapun yang ada di dalamnya. Kondisinya si kucing dalam boks itu menyedihkan: hampir mati membeku. Hanya sebuah keajaiban jika anak kucing itu masih bisa bertahan dari cuaca seperti itu selama berada disana.

Vicki Myron, Direktur Perpustakaan Umum Spencer waktu itu, yang pertama kali menemukannya memutuskan untuk menyelamatkan dan merawat kucing itu di perpustakaannya. Dewey Read More Books, demikian kucing jantan itu kemudian diberi nama. Dewan perpustakaan memberi ijin bagi Dewey untuk tinggal di perpustakaan setelah upaya yang dilakukan oleh Vicki Myron untuk meyakinkan Dewan. Butuh waktu 10 hari bagi Dewey untuk pulih dari kejadian yang dialaminya dalam boks pengembalian buku.

Kucing itu beruntung karena dia mampu bertahan dalam boks pengembalian buku yang dapat membekukan dirinya hingga ditemukan keeseokan paginya dan jatuh  ke pelukan staff perpustakaan yang menyayanginya. Jika bukan Vicki Myron yang menemukannya waktu itu, mungkin tidak akan ada cerita hebat tentang Dewey dan Perpustakaan Umum Spencer. Perpustakaan menjadi rumah yang cocok baginya. Dewey mengalami hidup yang menyenangkan dan segera menyukai tempat barunya. “Dia adalah Kucing dengan kepribadian menyenangkan, hangat dengan kelucuannya, pandai bersosialisasi dan tertarik untuk menjadi teman bagi manusia, pesolek, dan tampan”, begitulah pujian dan kesan semua orang yang bertemu dengannya sejak pertama kali. Dewey selalu berada di depan pintu untuk menyambut para pengunjung perpustakaan. Kemudian Kucing itu akan menghampiri pengunjung dan duduk di pangkuan selama lima belas menit untuk pindah ke pangkuan lain, seolah menyapa pengunjung satu persatu, kemudian ia akan berlari ke pintu menyambut pengunjung lainnya.

Menjelang tahun pertamanya Dewey telah memenangkan hati banyak orang, tidak hanya pengunjung perpustakaan, tapi juga penduduk Kota Spencer. Vicki Myron kemudian memutuskan bahwa Dewey adalah kucing milik pengunjung perpustakaan dan masyarakat Kota Spencer. Kehadiran Dewey memberi gairah  bagi pengunjung dan masyarakat Kota Spencer. “Aku tahu Dewey menyukai semua orang, tapi aku punya hubungan khusus dengannya”, begitu kata setiap pengunjung perpustakaan. Semua pengunjung ingin memberi perhatian dan mendapatkan perhatian dari Dewey; semua orang ingin menjaga dan menjadi sahabat bagi Dewey. Penduduk kota menjadi lebih sering berkunjung ke perpustakaan. Lebih dari sekedar meminjam buku, membaca majalah atau surat kabar, namun orang-orang datang ke sana untuk bertemu dengan Dewey. Pengunjung menganggap perpustakaan sebagai oase: mereka mendapat suntikan semangat, mereka menikmati berada di perpustakaan bersama Dewey. Ketika pengunjung setia datang dan Dewey tidak ada di depan pintu mereka akan berkeliling untuk mencarinya. Mereka akan memeriksa lantai kemudian rak-rak buku untuk mencari apakah Dewey sedang bersembunyi. Antara tahun 1987, satu tahun sebelum kedatangan Dewey dan tahun 1989 sekitar satu tahun setelah kedatangan Dewey, kunjungan ke Perpustakaan Umum Spencer bertambah dari 63.000 menjadi 100.000. Orang menjadi lebih menghargai perpustakaan, dan bukan hanya penduduk kota Spencer yang datang. Tahun itu tercatat 19.4 % pengunjung datang dari county sekitarnya. Tak ada yang dapat membantah dengan melihat angka-angka itu bahwa perpusatakaan bukan hanya tempat berkumpul bagi masyarakat Kota Spencer semata. Walaupun renovasi dan program-program baru dilakukan di sana sini, namun menurut Vicki Myron perubahan yang paling besar yang mengundang para pengunjung  dan membuat Perpustakaan Umum Spencer menjadi rumah untuk berkumpul adalah kehangatan Dewey.

Tak lama setelah peristiwa “pulangnya” Dewey setelah beberapa hari berpetualang di dunia luar yang membuatnya semakin yakin bahwa perpustakaan adalah rumah yang tepat baginya, foto Dewey memenangkan kontes foto hewan. Vicki awalnya menyertakan foto Dewey ke dalam kontes foto sebagai promosi bagi perpustakaan, dan ternyata Dewey memenangkan kontes dengan mudah karena masyarakat telah mengenalnya. Ini menandakan bahwa Dewey telah di terima sebagai bagian masyarakat Kota Spencer. Kisah-kisah tentang dirinya, tentang penyelamatannya, kehidupan dan hubungan yang dijalinnya dengan banyak orang selalu diulang dan orang selalu senang mendengarkannya. Dewey kemudian menginspirasi banyak orang.

Segera setelah memenangkan kontes, Dewey muncul dalam publikasi surat kabar Negara Bagian Iowa “Des Moines Register” yang dibaca oleh 500.000 orang; sehingga lebih dari setengah juta orang akan mengenal Dewey. Dia juga mulai tampil secara regular di televisi lokal, dan tak lama kemudian televisi negara-negara bagian sekitar Iowa dan kemudian mendapat ulasan secara nasional. Video tentang dirinya “Working Cat” dibuat oleh NHK Jepang. Kisahnya diulas pada majalah Country edisi Juni/Juli 1990. Country adalah majalah dengan sirkulasi lebih dari 5 juta. Di salah satu halamannya ditemukan artikel tentang Dewey Read More Books, lengkap dengan foto-foto yang dikirim oleh penduduk Kota Spencer. Artikel itu memberi dampak luar biasa. Bertahun-tahun setelahnya, pengunjung perpustakaan menceritakan kepada Vicki Myron tentang betapa hebat inspirasi yang ditimbulkannya. Lebih satu dekade kemudian Vicki menerima surat dari seorang wanita yang menyertakan kopi artikel. Si pengirim surat ingin memberitahu betapa artikel tentang Dewey telah menginspirasi dirinya. Orang dari luar kota Spencer datang hanya untuk melihat si legenda Dewey yang inspiratif. Teman Dewey kini tak hanya orang-orang dari sepenjuru Amerika yang mengirimkannya surat dan hadiah ulang tahun, namun juga berasal dari Taiwan, Belanda, Afrika Selatan, Norwegia, Australia dan Inggris. Tak hanya perpustakaan yang bangga dengan Dewey, tapi juga Kota Spencer dikenal di sepenjuru dunia: “Anda dari Spencer Iowa? Dewey ya…?”

***

Adalah hal menarik ketika bagaimana keberadaan Dewey bisa memberi dampak dan berhasil menyentuh kehidupan sebuah masyarakat, memberi sebuah inspirasi dan mempersatukan warganya serta mengubah sebuah perpustakaan kecil menjadi tempat pertemuan dan daya tarik wisata yang terkenal di seluruh dunia. Tak ada orang yang dapat menolak pesona seekor kucing. Tentu saja. Ini salah satu bagian dari cerita: pesona Dewey pada banyak orang. Caranya menatap membuat orang tak bisa menolak untuk tidak merengkuhnya dan memberinya belaian dan ingin segera menjadi sahabatnya. Tapi lebih dari itu, apa yang membuat Dewey kemudian menjadi diterima oleh masyarakat adalah karena ia menjadi simbol bagi penduduk Kota Spencer. Membaca kisah tentang Kota Spencer di buku tersebut, kita akan menemukan sebuah cerita tentang upaya yang terus menerus dari sebuah masyarakat untuk mempertahankan eksistensinya. Bangkit dari krisis pertanian tahun 1930, membangun kembali kota setelah bencana kebakaran tahun 1931 dan kemudian kembali di terpa krisis ekonomi pada tahun 1980.

Pada tahun 1978, tanah pertanian di Clay County dijual seharga $900 per acre. Kemudian harga tanah meroket. Pada tahun 1982 sebidang tanah pertanian laku dijual seharga $2000 per acre dan satu tahun kemudian harganya menjadi $4000 per acre. Para petani kemudian meminjam uang dan membeli tanah yang lebih luas untuk melakukan investasi pada tanah dari pada sekedar mengusahakannya sebagai tanah pertanian. Tapi kemudian angin ekonomi berubah arah. Harga tanah mulai merosot. Para petani tidak dapat menjaminkan tanahnya untuk membeli mesin pertanian atau bahkan untuk membeli bibit menjelang masa tanam. Hasil panen tidak mencukupi untuk membayar bunga bank pinjaman lama. Ekonomi terus merosot. Tahun 1985, Land O’ Lakes pabrik mentega dan margarine raksasa menutup usahanya dari sana. Angka pengangguran mencapai 10%, kedengarannya tidak terlalu buruk hingga tersadar bahwa penduduk kota Spencer merosot dari 11000 menjadi 8000 jiwa hanya dalam beberapa tahun. Harga jual rumah merosot 25% dalam semalam. Orang-orang meninggalkan kota, bahkan meninggalkan Negara bagian Iowa untuk mendapat pekerjaan di tempat lain.

Harga tanah yang semakin merosot memaksa petani meminta jaminan sita. Tapi menjual tanah dalam lelang tetap tidak dapat menutup utang. Bank – bank daerah, tulang punggung kota Spencer, harus menanggung kerugian ini. Saat petani tidak dapat membayar kembali, maka system menjadi goyah. Di kota-kota sepenjuru Iowa, bank – bank memngalami kebangkrutan. Tabungan dan pinjaman di bank lokal Spencer kemudian di jual kepada orang luar, namun malangnya pemilik barunya tidak berminat memberikan pinjaman baru. Pertumbuhan ekonomi Spencer waktu itu mengalami kemacetan. Tak satupun kemudian sedia berinvestasi di kota yang sedang sekarat ini. Setiap Natal, Kota Spencer selalu punya Santa Claus. Pada tahun 1979, tidak  ada etalase toko yang kosong bagi Santa Claus untuk menarik pengunjung. Namun pada tahun 1985 ditemukan duapuluh lima etalase telah kosong di pusat kota. Angka pengangguran meningkat mencapai 30%.

Perpustakaan Umum Kota Spencer kemudian melakukan apa saja sebisa mereka untuk membantu penduduk kota. Perpustakaan menyediakan bank data mengenai lowongan kerja. Banyak penduduk yang menggunakan bantuan tersebut. Pada saat itulah Dewey hadir. Masa krisis memberi pengaruh buruk pada pikiran. Dalam hal ini Dewey memberi inspirasi dan semangat bagi masyarakat kota: kita masyarakat Kota Spencer sama seperti sang kucing yang dijejalkan ke boks pengembalian buku agar mati membeku oleh kekuatan-kekuatan ekonomi dari luar, oleh negara-negara bagian lain di Amerika yang menikmati makanan yang kita sediakan tapi tidak peduli dengan masyarakat yang menanam makanan tersebut. Dan kucing yang hidup di jalanan, dibuang supaya mati, ketakutan, sendirian dengan kesempatan hidup yang seujung rambut itu berhasil melewati masa krisis malam pertamanya untuk menemukan kesempatan hidup yang lebih baik dan lebih indah di keesokan harinya. Dewey sang kucing tidak pernah kehilangan keyakinan akan harapan hari esok, pada situasi apapun, sehingga dia mampu bertahan melewati malam dingin di dalam boks pengembalian buku. Tak puas-puasnya para pengunjung dan penduduk kota mendengar kisah tentang Dewey. Kisah-kisah penyelamatan Dewey, bagaimana kemudian Dewey mampu bertahan pada kondisi tersulit membuat orang-orang mengikuti keyakinan itu. Dewey adalah simbol akan keyakinan harapan hari esok bagi masyarakat Spencer. Dewey bersama warga Kota Spencer kemudian berhasil melewati puncak krisis tersebut di sekitar tahun 1991.

Vicki Myron, Direktur Perpustakaan Umum Spencer waktu itu, orang yang menemukan Dewey pertama kali dan memutuskan untuk menyelamatkan dan merawatnya adalah wanita yang tangguh dan penuh kasih sayang. Lahir dari keluarga petani yang hangat; selamat dari kecelakaan mesin pertanian yang nyaris menewaskannya di waktu kecil, berhasil melewati fase kesulitan hidupnya dengan suami yang alcoholic, menaklukan kesulitan – kesulitan ekonomi yang dihadapinya, harus menerima kenyataan pengangkatan rahim di usia muda hingga bertahan melawan kanker payudara. Perpustakaan Umum Kota Spencer tidak terlalu hebat pada awalnya, semuanya serba terbatas. Namun Vicky Myron dengan dedikasinya selalu berupaya menjadikan Perpustakaan Umum Kota Spencer lebih dari sekedar perpustakaan. Di tangannya, bersama inspirasi yang diberikan Dewey, Perpustakaan Umum Spencer menjadi bagian yang memberi kontribusi besar bagi masyarakat Kota Spencer. Perpustakaan itu kemudian menjadi tempat pertemuan dan daya tarik wisata, memberi inspirasi kepada penduduknya, mempersatukan warga di seluruh kawasan kota dan perlahan menjadi terkenal ke seluruh dunia.

Bagi Vicki Myron, Dewey adalah hal terbaik dalam hidupnya setelah Jody anaknya, dan tentu saja Perpustakaan Umum Kota Spencer dan Kota Spencer itu. Seluruh perhatian dalam hidupnya hanya tercurah untuk hal tersebut. Keberadaan Dewey setiap akhir pekan di rumahnya mencairkan ketegangan yang terjadi antara dirinya dan anaknya Jody setelah Jody menyalahkan Vicki yang dengan terpaksa harus mengakhiri penderitaan anjing mereka yang sakit parah. Vicky adalah Dewey’s Mom dan Dewey adalah representasi dirinya: bertahan dari seluruh kesulitan hidup yang mendera dirinya. Itu yang membuat Vicky sedia mengambil resiko apapun untuk merawat dan melindungi Dewey. Kucing itu telah menemukan tangan yang tepat untuk mendapatkan kasih sayang.

***

Setelah 19 tahun layanan Dewey pada Perpustakaan Umum Kota Spencer dan penduduk kota, Dewey mengalami sakit yang parah. Tumor ganas yang tumbuh di perut menekan ginjalnya mendatangkan sakit bagi Dewey. Vicki kembali harus mengambil keputusan berat.

“Dr. Bell membawa Dewey ke ruang belakang untuk memasang infus, kemudian kembali membawanya dengan sudah dibungkus selimut baru dan meletakannya dalam pelukanku. Aku berbicara dengan Dewey beberapa menit. Ku katakan padanya betapa aku sangat mencintainya, betapa berartinya dia bagi diriku, betapa aku tidak sangat ingin dia menderita. Aku merapikan selimutnya untuk memastikan dia merasa nyaman. Keyamanan apa lagi yang dapat kutawarkan kepadanya? Aku menggendongnya dalam pelukanku, dan mengayunnya bolak balik, kebiasaan yang dimulai sejak dia masih kecil. Dr. Beall memberikan suntikan pertama, diikuti dengan yang kedua. “Aku akan memeriksa detak jantungnya”, kata Dr. Beall. Aku berkata”, tak perlu dokter, aku dapat melihat dari matanya”.

Demikianlah kisah Dewey. Kepergian Dewey terjadi beberapa minggu setelah ulang tahunnya yang ke 19. Ini adalah hal yang sangat berat yang harus di hadapi Vicki. Tidak ada lagi Dewey di perpustakaanyang menyambutnya setiap pagi. Kepergian Dewey juga merupakan kehilangan bagi Kota Spencer dan seluruh sahabat Dewey yang berada di manapun namun kenangan dan inspirasi yang ditingglakannya abadi hingga kini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s